Sabtu (16/10) sore waktu WIB, bertempat di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, PSPS Pekanbaru menjamu Deltras Sidoarjo dalam lanjutan Liga Super Indonesia 2010/2011.
Laga ini merupakan laga kandang kedua PSPS dari total dua laganya. Sementara itu, laga ini merupakan laga tandang pertama Deltras setelah dua laga kandang yang dijalaninya.
Dalam laga ini, PSPS yang seri kala menjamu Persija berhasil menumbangkan Deltras yang mengalahkan Sriwijaya dan Persib dalam dua laga tandangnya.
PSPS mampu mencetak angka pada menit ke-15. Bermula dari pelanggaran pemain Deltras terhadap M Isnaini di kotak terlarang. Meski terjadi protes dari pemain Deltras, tendangan penalti tetap dilakukan. Dan akhirnya Herman Dzumafo Afandi berhasil menyarangkan bola di dalam gawang Deltras. Sampai turun minum tak ada lagi angka yang dicetak oleh kedua tim.
Dalam babak kedua, meski menyerang dengan menaikkan tempo, namun Deltras tak bisa menjebol gawang PSPS. Dan sampai akhirnya wasit Mardi meniup peluit tanda babak kedua usai, tak ada angka tercipta dari kedua tim, skor 1-0 untuk keunggulan PSPS atas tim promosi Deltras tak berubah.
Lewat hasil ini, PSPS memiliki total nilai 4 dalam Klasemen Liga Super Indonesia (3). Sementara Deltras tetap memiliki total nilai 6 dalam Klasemen Liga Super Indonesia (3).
Sunday, October 17, 2010
Saturday, October 16, 2010
Persema Melawan Persijap
Laga Persema Malang melawan Persijap Jepara dalam lanjutan Liga Super Indonesia 2010/2011 berlangsung di Stadion Gajayana, Malang, pada Rabu (13/10) pukul 15.30 WIB.
Bagi Persema yang diarsiteki Timo Scheunemann, laga ini merupakan laga kandang kedua dari total empat laganya. Sementara bagi Persijap yang kini ditangani Anjar Jambore Widodo, laga ini merupakan laga tandang pertama dari total tiga laganya.
Persema yang berhasil meraih angka penuh, tiga, kala menjamu Persibo Bojonegoro (9/10), berhasil meraih angka penuh pula dalam laga ini.
Sejak menit pertama, Persema melepaskan serangan ke daerah pertahanan Persijap. Dan Persema berhasil menguasai jalannya laga. Hal ini terlihat dari banyaknya peluang mencetak angka yang diciptakan Persema dibandingkan Persijap.
Adapun peluang Persema itu tercipta pada menit ke-2; lewat kerja sama Ngon Mamoun, M. Kamri dan Irfan Bachdim. Peluang kala ini diakhiri tendangan Bachdim dalam kotak penalti yang melambung di atas gawang, ke-5; lewat tendangan Reza Mustofa dari luar kotak penalti yang masih bisa dimentah penjaga gawang, ke-20; lewat sontekan Mamoun dari bola mati yang akhirnya melenceng dari gawang, ke-27; lewat flashing Bachdim dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis penjaga gawang, ke-31; lewat sundulan Seme yang menyambut tendangan sudut yang masih mengenai pemain lawan dan ke-48; lewat tendangan Mamoun yang masih bisa diblok penjaga gawang.
Sementara peluang mencetak angka milik Persijap tercipta pada menit ke-16; lewat tendangan Guti (Gustavo Riberio) dari luar kotak penalti yang hanya menghasilkan tendangan sudut setelah ditepis penjaga gawang dan ke-32; lewat tendangan bebas Enjang Rohiman yang lemah sehingga mudah saja diantispasi penjaga gawang.
Meski telah menambah tenaga baru dengan masuknya Jaya Teguh Angga pada menit ke-46, Persema tak bisa menciptakan peluang mencetak angka yang berarti.
Baru pada menit ke-51, Persema memiliki peluang emas pertamanya dalam babak kedua. Peluang ini tercipta lewat tendangan M. Kamri tepat dalam kotak penalti yang masih dimentahkan penjaga gawang Persijap, Danang Wihatmoko, yang masuk menggantikan M Yasir pada menit ke-40 akibat cedera.
Bermain dihadapan pendukungnya dan keadaan Danang yang dikabarkan masih cedera, tak disia-siakan Persema. Pada menit ke-52, Persema berhasil menciptakan angka pembukanya.
Bermula dari umpan panjang menyilang dari Seme ke daerah pertahanan Persijap. Tepat dalam kotak penalti, bola disambut tandukan Angga. Antisipasi Danang pada bola yang lemah dan sempat menyentuh tanah itu malah berbuah (bola) rebound. Akhirnya bola rebound diselesaikan Mamoun dengan baik sehingga bersarang di dalam gawang Persijap.
Angka penutup Persema tercipta pada menit ke-60. Berawal dari tendangan sudut M Kamri dari sisi kiri panjaga gawang. Di dalam kotak penalti, bola ditanduk lemah saja oleh Abanda Herman dan jatuh di kaki Seme. Akhirnya, Seme berhasil melesakkan bola, sehingga bersarang di dalam gawang Persijap untuk kali keduanya.
Nyaris saja Firman Basuki yang masuk pada menit ke-65, kembali membobol jala Persijap pada menit ke-84. Sayang, bola yang dilepaskannya dalam kotak penalti yang menyambut umpan M Kamri dalam kotak penalti juga, masih melenceng dan menghasilkan tendangan gawang saja.
Sementara itu, Persijap hanya memiliki dua peluang saja sepanjang babak kedua meski tenaga baru sudah dimasukkannya; Hyun Soon Min (59') dan Noor Hadi (68'). Peluang Persijap itu tercipta pada menit ke-86; lewat tendangan Noor Hadi tepat dalam kotak penalti yang masih melenceng saja dari gawang yang dijaga Sukasto Efendi dan ke-90+1; lewat tendangan Gendut Doni dalam kotak penalti yang menyambut umpan Hyun, namun hanya menghasilkan tendangan gawang.
Dan sampai akhirnya wasit Ahmad Suparman meniup peluit tanda babak kedua usai, Persijap tak bisa mencetak angka. Sehingga, angka 2-0 untuk keunggulan Persema atas Persijap pun tetap bertahan.
Lewat hasil ini Persema mampu menambah angka menjadi total 6 dalam Klasemen Liga Super Indonesia (3). Sementara Persijap yang harus pulang dengan tangan hampa harus puas dengan total nilai 1 dalam Klasemen Liga Super Indonesia (3).
Bagi Persema yang diarsiteki Timo Scheunemann, laga ini merupakan laga kandang kedua dari total empat laganya. Sementara bagi Persijap yang kini ditangani Anjar Jambore Widodo, laga ini merupakan laga tandang pertama dari total tiga laganya.
Persema yang berhasil meraih angka penuh, tiga, kala menjamu Persibo Bojonegoro (9/10), berhasil meraih angka penuh pula dalam laga ini.
Sejak menit pertama, Persema melepaskan serangan ke daerah pertahanan Persijap. Dan Persema berhasil menguasai jalannya laga. Hal ini terlihat dari banyaknya peluang mencetak angka yang diciptakan Persema dibandingkan Persijap.
Adapun peluang Persema itu tercipta pada menit ke-2; lewat kerja sama Ngon Mamoun, M. Kamri dan Irfan Bachdim. Peluang kala ini diakhiri tendangan Bachdim dalam kotak penalti yang melambung di atas gawang, ke-5; lewat tendangan Reza Mustofa dari luar kotak penalti yang masih bisa dimentah penjaga gawang, ke-20; lewat sontekan Mamoun dari bola mati yang akhirnya melenceng dari gawang, ke-27; lewat flashing Bachdim dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis penjaga gawang, ke-31; lewat sundulan Seme yang menyambut tendangan sudut yang masih mengenai pemain lawan dan ke-48; lewat tendangan Mamoun yang masih bisa diblok penjaga gawang.
Sementara peluang mencetak angka milik Persijap tercipta pada menit ke-16; lewat tendangan Guti (Gustavo Riberio) dari luar kotak penalti yang hanya menghasilkan tendangan sudut setelah ditepis penjaga gawang dan ke-32; lewat tendangan bebas Enjang Rohiman yang lemah sehingga mudah saja diantispasi penjaga gawang.
Meski telah menambah tenaga baru dengan masuknya Jaya Teguh Angga pada menit ke-46, Persema tak bisa menciptakan peluang mencetak angka yang berarti.
Baru pada menit ke-51, Persema memiliki peluang emas pertamanya dalam babak kedua. Peluang ini tercipta lewat tendangan M. Kamri tepat dalam kotak penalti yang masih dimentahkan penjaga gawang Persijap, Danang Wihatmoko, yang masuk menggantikan M Yasir pada menit ke-40 akibat cedera.
Bermain dihadapan pendukungnya dan keadaan Danang yang dikabarkan masih cedera, tak disia-siakan Persema. Pada menit ke-52, Persema berhasil menciptakan angka pembukanya.
Bermula dari umpan panjang menyilang dari Seme ke daerah pertahanan Persijap. Tepat dalam kotak penalti, bola disambut tandukan Angga. Antisipasi Danang pada bola yang lemah dan sempat menyentuh tanah itu malah berbuah (bola) rebound. Akhirnya bola rebound diselesaikan Mamoun dengan baik sehingga bersarang di dalam gawang Persijap.
Angka penutup Persema tercipta pada menit ke-60. Berawal dari tendangan sudut M Kamri dari sisi kiri panjaga gawang. Di dalam kotak penalti, bola ditanduk lemah saja oleh Abanda Herman dan jatuh di kaki Seme. Akhirnya, Seme berhasil melesakkan bola, sehingga bersarang di dalam gawang Persijap untuk kali keduanya.
Nyaris saja Firman Basuki yang masuk pada menit ke-65, kembali membobol jala Persijap pada menit ke-84. Sayang, bola yang dilepaskannya dalam kotak penalti yang menyambut umpan M Kamri dalam kotak penalti juga, masih melenceng dan menghasilkan tendangan gawang saja.
Sementara itu, Persijap hanya memiliki dua peluang saja sepanjang babak kedua meski tenaga baru sudah dimasukkannya; Hyun Soon Min (59') dan Noor Hadi (68'). Peluang Persijap itu tercipta pada menit ke-86; lewat tendangan Noor Hadi tepat dalam kotak penalti yang masih melenceng saja dari gawang yang dijaga Sukasto Efendi dan ke-90+1; lewat tendangan Gendut Doni dalam kotak penalti yang menyambut umpan Hyun, namun hanya menghasilkan tendangan gawang.
Dan sampai akhirnya wasit Ahmad Suparman meniup peluit tanda babak kedua usai, Persijap tak bisa mencetak angka. Sehingga, angka 2-0 untuk keunggulan Persema atas Persijap pun tetap bertahan.
Lewat hasil ini Persema mampu menambah angka menjadi total 6 dalam Klasemen Liga Super Indonesia (3). Sementara Persijap yang harus pulang dengan tangan hampa harus puas dengan total nilai 1 dalam Klasemen Liga Super Indonesia (3).
Thursday, October 14, 2010
Indonesia Melawan Maladewa

Laga Persahabatan Internasional antara Indonesia melawan Maladewa berlangsung pada Selasa (12/10) di Stadion Siliwangi, Bandung.Sejak babak pertama dimulai, Indonesia yang menempati peringkat 131 FIFA mampu mendikte Maladewa yang kini bertengger di posisi 144 FIFA. Hal itu tebukti dari banyaknya peluang mencetak angka yang diciptakan dan keunggulan Indonesia atas Maladewa.
Peluang mencetak angka Indonesia tercipta pada menit ke-6; lewat Boas Solossa yang menyambut umpan terobosan BP (Bambang Pamungkas), sayang bola hanya keluar lapangan saja, ke-21; lewat tendangan volley Boas yang melambung di atas gawang, ke-25; lewat tendangan BP dalam kotak penalti yang menyambut freekick Firman Utina, namun diblok pemain lawan, ke-36; umpan Firman yang mengenai pemain Maladewa nyaris membobol gawang, ke-37; lewat tendangan Firman di depan kotak penalti yang masih melambung di atas mistar gawang dan ke-40; lewat tendangan Toni Sucipto dari luar kotak penalti yang masih dimentahkan penjaga gawang.
Sementara Maladewa mampu menciptakan peluang mencetak angka pada menit ke-11; lewat tendangan Abdullah Ibrahim yang hanya menghasilkan tendangan sudut saja, ke-15; lewat tendangan kapten Maladewa, Ashpaq Ali dari luar kotak penalti yang masih dimentahkan Markus Haris Maulana, ke-29; lewat sundulan Arif Mohammed yang bisa dimentahkan Haris Maulana, ke-32; lewat tendangan Umair Muhammed dan ke-34; lewat tendangan bebas Umair Muhammad yang masih melambung di atas mistar gawang.
Sedangkan angka Indonesia tercipta pada menit ke-30. Bermula dari umpan Boas dari samping kanan kotak penalti penjaga gawang Maladewa ke tiang jauh. Bola yang bisa diraih, dilepaskan Okto (Oktovianus Mainaini) ke tiang jauh. Akhirnya, meski kena tiang, bola tak bisa dihentikan penjaga gawang Maladewa, Mohammed Imran, masuk ke dalam gawang Maladewa.
Begitu pun dalam babak kedua, Indonesia tetap mendominasi jalannya laga. Tiga peluang mencetak angka dan dua angka tambahan dimiliki Indonesia. Sementara Maladewa hanya mampu memiliki satu peluang.
Peluang Indonesia itu tercipta pada menit ke-58; di mana umpan BP dalam kotak penalti terlambat diraih Jaya Teguh Angga yang masuk pada menit ke-56, ke-61; lewat tendangan BP yang masih melenceng, berasal dari kerja sama dengan teknik satu dua dengan Angga, ke-64; lewat tendangan Okto dari samping kotak penalti yang masih bisa diblok penjaga gawang Maladewa.
Indonesia mampu menambah angka pada menit ke-74. Bermula dari umpan Firman. Dalam kotak penalti, bola yang dikontrol, dilepaskan Yongki Aribowo ke gawang Maladewa sambil memutar badannya. Dan akhirnya, bola pun bersarang di dalam gawang Maladewa.
Satu angka, kembali diciptakan Indonesia pada menit ke-89. Bermula dari umpan Yongki dari samping kanan kotak penalti. Di dalam kotak penalti, meski menang duel udara atas dua pemain Maladewa, bola tak bisa ditanduk Angga. Masih di dalam kotak penalti, bola yang bisa diraih, dilepaskan Toni ke sisi kanan gawang. Dan akhirnya bola kembali bersarang di dalam gawang Maladewa.
Indonesia nyaris menambah angka lewat tendangan Yongki pada menit ke-90+1, sayang tendangannya masih di atas mistar gawang.
Adapun peluang Maladewa tercipta pada menit ke-88 lewat tendangan Ashfaq Ali dari luar kotak penalti yang masih melambung di atas mistar gawang Indonesia.
Sampai akhirnya wasit Pandian Palaniyandi asal Singapura meniup peluit tanda babak kedua usai, skor 3-0 untuk keunggulan Indonesia yang diarsiteki Alfred Riedl atas tim tamu, Maladewa yang diarsiteki Ahmed Mauroof, tetap bertahan.
Catatan, meski menang, skuad Alfred Riedl belum tampil agresif seperti dalam 30 menit pada babak pertama ketika Indonesia melawan Uruguay (8/10).
Pemain Imdonesia:
Markus Haris Maulana (k), Benny Wahyudi/Yesaya Desnam, Maman Abdurahman, Nova Arianto (c2), M. Nasuha/ Slamet Riyadi, Firman Utina, Otovianus Maniani, Ahmad Bustomi, Toni Sucipto/Ambrizal, Boaz Salossa/Jaya Teguh Angga dan Bambang Pamungkas (c1)/Yongki Aribowo.
Pemain Maladewa:
Mohamed Imran (k), Thasneem Mohamed, Abdul Ghani Akram, Abdullah Ahmed, Abdullah Ibrahim; Umair Mohamed/Ahmed Syafiu, Arif Mohamed, Fazeel Ibrahim, Naseer Mukhthar, Ashfaq Ali (c)/Fashir Ali, Nafiu Ali/Muaz Abdullah. /M. Husain.
Subscribe to:
Posts (Atom)