Search This Blog

Thursday, September 30, 2010

Persisam Melawan Arema

Laga Persisam Samarinda melawan Arema Indonesia Malang berlangsung Rabu (29/9) di Stadion Stadion Segiri, Samarinda sore hari waktu setempat.

Dalam babak pertama pertandingan ini, Persisam mampu mengatasi Arema. Sayang serangan Persisam tidak berbuah angka sampai turun minum.

Persisam tak mengendorkan serangannya ke jantung pertahanan Arema. Akhirnya Persisam mampu membuat angka pembuka pada menit ke-50 lewat tendangan pemain penyerangnya, Julio Lopez.

Lagi, Skuad Hendri Susilo mampu menjauhkan selisih angka saat tendangan Choi Dong Soo menyarangkan bola ke dalam gawang yang dijaga Kurnia Meiga pada menit ke-73.

Namun pada menit ke-75 gawang Persisam harus bobol setelah Wawan Hendrawan tak bisa menghalau tendangan Pierre Njanka.

Sampai pertandingan diakhiri wasit Mulyadi, skor 2-1 untuk keunggulam Persisan tak berubah.

Dari hasil ini Persisam memetik angka penuh, tiga, untuk disimpan dalam lumbung nilai dalam Klasemen Liga Super Indonesia. Sementara itu Skuad Miroslav Janu harus gigit jari karena mendapat poin nol saja.


Sumber: Donny Afroni-Goal.com.

Deltras Melawan Sriwijaya

Bertempat di Stadion Gelora Deltra, Sidoarjo, berlangsung laga antara Deltras Sidoarjo melawan Sriwijaya FC Palembang, pada Rabu (29/9) pukul 15.30 WIB.

Deltras yang merupakan tim promosi bermain layaknya tim yang sudah berpengalaman dalam Liga Super Indonesia. Bahkan dapat dikatakan skuad H. Mustaqim itu menguasai babak pertama.

Pada menit ke-9, tendangan bebas Marcio Souza tak bisa diantisipasi penjaga gawang Fauzal Mubaraq, sayang bola masih mengenai tiang atas saja. Pada menit ke-23, C. Lopes terlambat menjemput bola umpan dalam kotak penalti. Pada menit ke-29, Ferry Aman Saragih melepaskan tembakan dari depan kotak penalti, namun bola masih melenceng dari gawang Sriwijaya.

Tak lama berselang, tepatnya pada menit ke-31, Deltras mampu menjebol gawang Sriwijaya. Angka milik Deltra itu berawal dari kesalahan pemain belakang, Gunawan Dwi, yang tidak menempel kapten Deltra, Ferry. Bola yang ada di udara dalam kotak penalti Sriwijaya mampu ditanduk/di-chop kepala Ferry, sehingga Fauzal tak bisa mencegah bola masuk gawang Sriwijaya.

C. Lopes nyaris menambah angka pada menit ke-45+2, sayang umpan Marcio terlambat dijemputnya.

Peluang Sriwijaya tercipta pada menit ke-17, ke-34, ke-40 dan ke-43.

Yang terakhir tersebut adalah peluang terbaik Sriwijaya sepanjang babak pertama. Arif Suyono yang masuk menggantikan Oktavianus Maniani -karena cidera- pada menit ke-23, diganggu Dodok Anang tepat di dalam kotak penalti Deltras. Sayang bola mati di titik 12 pas yang diarahkan Keith Kayamba Gumbs ke arah kanan, bisa dibaca dan dimentahkan Yanuar Tri Firmanda.

Terutama di awal/pertengahan babak kedua Deltras mendominasi jalannya laga. Hal ini terlihat dari dua peluang milik Deltras terjadi pada menit ke-45, di mana terjadi blunder pemain belakang Sriwijaya, namun gagal dimamfaatkan C. Lopes dan ke-52, di mana tendangan bebas Marcio masih bisa diantisipasi Fauzal.

Dua peluang itu disambung Deltras dengan torehan angka pada menit ke-53. Berawal dari tendangan sudut Danilo Fernando -dari sisi kanan penjaga gawang Sriwijaya- ke dalam kotak penalti. Lalu bola di udara ditanduk Marcio -lepas dari tiga kawalan- ke sisi kiri penjaga gawang dan akhirnya merusak jala Sriwijaya untuk kali keduanya.

Deltras nyaris menambah angka pada menit ke-60. Sayang meski sudah bebas, tendangan Marcio dari depan kotak penalti hanya melenceng saja.

Sriwijaya mendapat peluang mencetak angka pada menit ke-63, di mana tendangan Ponaryo Astaman hanya melenceng ke luar lapangan.

Deltras akhirnya kebobolan juga pada menit ke-66. Bermula dari Anang Ma'ruf yang handball di dalam kotak penalti Deltras. Kali ini Gumbs yang mengarahkan tendangan ke arah kanan Yanuar -meski terbaca- berhasil menyarangkan bola dalam gawang Deltras.

Deltras menjauhkan selisih nilai dari Sriwijaya ketika Danilo Fernando yang lepas dari kawalan Supardi saat menggiring bola ke depan kotak penalti dan tak dihalangi dua pemain lainnya, melepaskan tembakan ke arah gawang Sriwijaya yang tak bisa dibendung Fauzal untuk kali ketiganya.


Torehan angka Deltras pada menit ke-70 nyaris bertambah pada menit ke-74 bila tendangan volley Ferry Aman Saragih yang menjemput umpan silang Marcio tidak melenceng.

Selepas menit ke-74, Deltras balik tertekan. Deltras mendapat kejutan beruntun, yaitu pada menit ke-77 lewat tendangan Arif Suyono dalam kotak penalti, pada menit ke-82 lewat tendangan Gumbs dalam kotak penalti dan tendangan Arif Suyono dalam kotak penalti, pada menit ke-85 lewat tendangan Arif Suyono dalam kotak penalti. Dan terakhir pada menit ke-86 lewat tendangan Mahyadi Panggabean dalam kotak penalti menjemput umpan Ponaryo.

Sayang menjelang pertandingan usai, tepatnya pada menit ke-90+1 terjadi insiden yang memprihatinkan, yaitu M. Ridwan mendaratkan tangannya di muka
Fachmi Amiruddin. Ridwan tak terima setelah mendapat ganjalan dari Fachmi saat menggiring bola di daerah Deltras. Akhirnya Ridwan diusir keluar lapangan oleh wasit.

Sampai wasit
Najamudin Aspiran mengakhiri pertandingan, skor 3-1 untuk kemenangan tim promosi Deltras atas Sriwijaya FC tak berubah. Lewat hasil ini Deltras berhak atas nilai tiga untul memenuhi pundi-pundi nilai dalam Klasemen Liga Super Indonesia. Sementara Sriwijaya hanya berhasil dengan nilai nol saja.

Persela Melawan Persib

Persela Lamongan menjamu Persib Bandung dalam lanjutan Liga Super Indonesia 2010/2011 di Stadion Surajaya, Lamongan pada Rabu (28/9) pukul 15.30 WIB. Laga ini merupakan laga kali pertama bagi kedua tim.

Skuad pelatih anyar Persela, Subangkit, berhasil mendominasi jalannya laga dalam babak pertama.

Hal ini terlihat dari dua peluang Persela pada menit ke-7 dan ke-16 yang disambung dengan keberhasilan meraih angka pada menit ke-22.

Angka milik Persela itu bemula dari umpan Feri Ariawan yang mengarah kepada Hendro Siswanto. Barisan pertahanan Persib tak menjaga pergerakan Hendro, sehingga mampu melepaskan tendangan ke arah kanan Markus Haris Maulana dengan leluasa sampai akhirnya merusak jala gawang Persib.

Tiga peluang milik Persela menyambung torehan angka tersebut, yaitu pada menit ke-28, ke-32 dan ke-39. Pada menit terakhir tersebut terjadi 'insiden', dimana Redouane Barkoui yang sudah berhadapan dengan Maman Abdulrahman dalam kotak penalti Persib melakukan diving, sayang wasit tak memberi Barkoui kartu kuning.

Sementara itu, Persib yang baru saja memecat Daniel Darko Jonockovic dari kursi kepelatihan nyaris tak memiliki peluang yang baik untuk mencetak angka.

Hal ini dikarenakan Persib belum padu permainan antar pemainnya, sehingga banyak melakukan kesalahan mendasar seperti salah passing. Ditambah Eka Ramdani yang dikabarkan baru pulih dari cidera tak bisa bermain maksimal, sehingga supply bola dan ritme permainan Persib terganggu.

Selain itu, pemain belakang Persib yang tidak 'agresif' dalam menjaga daerah pertahanannya, membuat permainan Persib tak berkembang. Sempat terlihat pelatih Persib, Jovo Cuckovic -asisiten Darko- turun dari bangku penonton memberi instruksi agar pemain bertahan Persib tak membiarkan bola mengalir ke pertahan Persib dengan mudah.

Dalam babak kedua Persela merasakan permainan Persib yang meningkat. Dan pada menit ke-60 Persela harus rela kedudukannya disamai Persib.

Bobolnya gawang Persela tersebut bermula dari umpan backhill Jejen ke arah Eka. Dari sisi kanan Persib, Eka memberi umpan silang ke arah Gonzales dengan akurat. Bola yang berada di udara di dalam kotak penalti ditanduk Gonzales sampai akhirnya bersarang di dalam gawang yang dijaga Choirul Huda.

Torehan angka yang dibuat Maung Bandung disusul oleh setidaknya dua peluang memperbesar nilai atas Persela. Peluang itu tercipta pada menit ke-66, dimana sundulan Baihakki Khaizan yang menyambut tendangan bebas Eka masih melenceng dan pada menit ke-78, dimana tendangan Rachmat Afandi dari dalam kotak penalti masih bisa diblok penjaga gawang.

Dan sampai akhir babak kedua diakhiri wasit Jimmy Napitupulu, skor satu sama tak berubah. Sebagai catatan wasit memberikan masing-masing satu kartu kuning; Siswanto (Persib) dan Barkaoui (Persela).

Dengan Hasil ini baik Persela maupun Persib hanya mengoleksi nilai satu untuk memenuhi pundi-pundi nilai dalam Klasemen Liga Super Indonesia.