Search This Blog

Monday, June 14, 2010

Stadion Durban

Stadion Durban - Piala Dunia 2010 Afrika SelatanStadion Durban disebut juga Stadion Moses Mabhida terletak di kota Durban, Afrika Selatan.

Durban merupakan kota terbesar di Provinsi Kwazulu-Natal. Selain kota terbesar, Durban pun memiliki pelabuhan tersibuk di Afrika.

Nama kota ini semula Rio de Natal. Diberi nama demikian ketika penjelajah Portugis Vasco da Gama singgah di sini tahun 1497. Kemudian berubah menjadi Port Natal.

Port Natal kemudian diganti menjadi Durban --sebagai penghargaan kepada Gubernur Cape, Sir Benjamin D'urban-- pada tahun 1835 setelah 12 tahun Inggris masuk wilayah ini.

Penduduk terbesar Kota Urban berasal dari (orang) India. Hal ini tak mengherankan karena waktu datang ke kota ini, Inggris memasukkan pekerja dari India pada sekitar akhir tahun 1800.

Nama stadion yang dibangun di atas Stadion Kings Park yang lama ini diambil dari nama seorang Kepala Instruktur Politik dari perekrutan militer. Dan kini letaknya berada di seberang Stadion Rugby Kings Park.

Stadion yang dapat menampung penonton sampai 70.000 orang ini memiliki fasilitas lain diantaranya restoran, tempat perbelanjaan, tempat bermain anak-anak dan trotoar yang menghubungkan komplek stadion dengan pantai.

Selain itu, di utara Stadion terdapat sky car dengan kapasitas 25 orang. Sky car ini akan membawa orang ke puncak atap stadion yang melengkung yang beratnya sekitar 2.600 ton setinggi 100 meter lebih.

Tak heran jika stadion yang dirancang/dibangun oleh arsitek Jerman; Gerkan, Marg & Partners ini diperkirakan menelan dana sekitar 4 triliun rupiah.

Untuk kepentingan Piala Dunia, beberapa babak penyisihan, satu babak enam belas besar dan satu babak semi final akan dilangsungkan di sini.


Sumber: Wikipedia, FIFA, tempointeraktif.com.
Foto:Wikipedia.

Aljazair Melawan Slovenia

Slovenia - Piala Dunia 2010 Afrika SelatanAljazair - Piala Dunia 2010 Afrika SelatanPertandingan keenam dalam perhelatan Piala Dunia 2010 antara Aljazair melawan Slovenia berlangsung Minggu (13/6) pukul 18.30 WIB di Stadion Peter Mokaba, Polokwane, Afrika Selatan.

Les Fennecs (Serigala Gurun) yang diarsiteki Rabah Saadane mengenakan kostum putih. Sedangkan Igralci yang diarsiteki Matjaz Kek mengenakan kostum biru.

Pada babak pertama Aljazair banyak melakukan serangan, tetapi sering kali terhenti sebelum bisa masuk kotak penalti. Pemain Belhadj sering merepotkan pemain Slovenia. Sebaliknya, dalam babak ini Slovenia mampu menyerang sampai kotak penalti. Namun sampai babak pertama skor tetap 0-0.

Pada babak kedua, Aljazair mampu menekan dan serangannya sering menembus, masuk kotak penalti. Namun keadaan itu hanya berlangsung di awal-awal babak kedua saja, sampai Ghezzal (9) yang masuk pada menit ke-58 menggantikan Djebbour (11), diusir wasit ke luar lapangan. Ghezzal diusir pada menit ke-73 setelah dihadiahi kartu kuning kedua, karena dalam kotak penalti lawan --dianggap wasit dengan sengaja-- menyambut umpan pemain Aljazair dengan tangannya.

Tak berselang lama, gol pun tercipta. Umpan pemain Slovenia Jokic (13) dari sayap kiri diraih Koren (8). Koren melepaskan bola tepat di (depan) garis kotak penalti ke tiang jauh gawang yang dijaga Fawzi Chaouchi (16). Mungkin kiper terhalang pandangannya, sehingga tendangan Koren yang lemah dan sempat membentur tanah tak bisa diantisipasinya. Gol ini tercipta pada menit ke-79.

Walupun dengan sepuluh pemain, Aljazair mampu membalas serangan. Namun sayang sampai babak kedua usai angka 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Slovenia.

Pemain tengah Robert Koren yang dianggap menjadi motor permainan Slovenia dan mampu mencetak gol, dianggap sebagai man of the macth dalam laga ini.

Slovenia dengan raihan angka tiga, setelah memenangkan partai ini menjadi pemuncak di klasmen sementara Grup C disusul Inggris, Amerika Serikat dan Aljazair.


Sumber: GlobalTV, Bola.net, Goal.com.
Gambar: Wikipedia.

Sunday, June 13, 2010

Stadion Loftus Versfeld

Stadion Loftus Versfeld - Piala Dunia 2010 Afrika SelatanStadion Loftus Versfeld terletak di kota Tshawane/Pretoria, Provinsi Gauteng, Afrika Selatan. Tshawane/Pretoria tak lain adalah ibu kota Afrika Selatan.

Nama Pretoria yang disematkan pada kota ini oleh presiden Afrika Selatan pertama, Marthinus Wessel Pretorius, diambil dari nama perwira Voortrekkers. Perwira itu --yang merupakan ayah presiden tersebut-- bernama Komandan Jenderal Andries Pretorius. Nama Jenderal Pretorius disematkan sebagai perhargaan atas jasanya memenangi Perang dengan kerajaan Zulu.

Jenderal Pretorius dianggap apartheid atau penindas kaum kulit hitam. Maka sejak tahun 2000, nama kota --yang didirikan tahun 1855 ini-- yang diambil dari namanya diganti menjadi Tshawane.

Stadion ini diambil dari nama pendiri organisasi olah raga di Pretoria, yaitu Robert Owen Loftus Versfeld. Nama stadion ini berubah-ubah seiring berubahnya sponsor stadion.

Stadion multi guna yang biasa digunakan untuk rugby dan sepak bola ini sudah digunakan untuk menggelar event-event besar olah raga sejak 1903. Kala itu stadion hanya menampung 2000 orang penonton. Sejarah mencatat, Piala Dunia Rugby tahun 1995 dan Piala Konfederasi 2009 digelar stadion ini.

Sejak dibangung 1906, stadion direnovasi tahun 2008. Dan kini, stadion tempat bernaung kesebelasn Mamelodi Sundowns dan Supersport United ini telah mampu menampung 51.000 orang penonton. Selain itu stadion ini mempunyai fasilitas lain semisal ruang media bawah tanah.

Beberapa laga pada babak penyisihan dan satu babak enam belas besar Piala Dunia 2010 akan digelar di stadion ini.



Sumber: Wikipedia, FIFA, kompas.com, Goal.com dan tempointeraktif.com.
Foto: FIFA.