Search This Blog

Thursday, October 14, 2010

Indonesia Melawan Maladewa

Maladewa-Laga Persahabatan Internasional Indonesia Melawan MaladewaIndonesia-Laga Persahabatan Internasional Indonesia Melawan MaladewaLaga Persahabatan Internasional antara Indonesia melawan Maladewa berlangsung pada Selasa (12/10) di Stadion Siliwangi, Bandung.

Sejak babak pertama dimulai, Indonesia yang menempati peringkat 131 FIFA mampu mendikte Maladewa yang kini bertengger di posisi 144 FIFA. Hal itu tebukti dari banyaknya peluang mencetak angka yang diciptakan dan keunggulan Indonesia atas Maladewa.

Peluang mencetak angka Indonesia tercipta pada menit ke-6; lewat Boas Solossa yang menyambut umpan terobosan BP (Bambang Pamungkas), sayang bola hanya keluar lapangan saja, ke-21; lewat tendangan volley Boas yang melambung di atas gawang, ke-25; lewat tendangan BP dalam kotak penalti yang menyambut freekick Firman Utina, namun diblok pemain lawan, ke-36; umpan Firman yang mengenai pemain Maladewa nyaris membobol gawang, ke-37; lewat tendangan Firman di depan kotak penalti yang masih melambung di atas mistar gawang dan ke-40; lewat tendangan Toni Sucipto dari luar kotak penalti yang masih dimentahkan penjaga gawang.

Sementara Maladewa mampu menciptakan peluang mencetak angka pada menit ke-11; lewat tendangan Abdullah Ibrahim yang hanya menghasilkan tendangan sudut saja, ke-15; lewat tendangan kapten Maladewa, Ashpaq Ali dari luar kotak penalti yang masih dimentahkan Markus Haris Maulana, ke-29; lewat sundulan Arif Mohammed yang bisa dimentahkan Haris Maulana, ke-32; lewat tendangan Umair Muhammed dan ke-34; lewat tendangan bebas Umair Muhammad yang masih melambung di atas mistar gawang.

Sedangkan angka Indonesia tercipta pada menit ke-30. Bermula dari umpan Boas dari samping kanan kotak penalti penjaga gawang Maladewa ke tiang jauh. Bola yang bisa diraih, dilepaskan Okto (Oktovianus Mainaini) ke tiang jauh. Akhirnya, meski kena tiang, bola tak bisa dihentikan penjaga gawang Maladewa, Mohammed Imran, masuk ke dalam gawang Maladewa.

Begitu pun dalam babak kedua, Indonesia tetap mendominasi jalannya laga. Tiga peluang mencetak angka dan dua angka tambahan dimiliki Indonesia. Sementara Maladewa hanya mampu memiliki satu peluang.

Peluang Indonesia itu tercipta pada menit ke-58; di mana umpan BP dalam kotak penalti terlambat diraih Jaya Teguh Angga yang masuk pada menit ke-56, ke-61; lewat tendangan BP yang masih melenceng, berasal dari kerja sama dengan teknik satu dua dengan Angga, ke-64; lewat tendangan Okto dari samping kotak penalti yang masih bisa diblok penjaga gawang Maladewa.

Indonesia mampu menambah angka pada menit ke-74. Bermula dari umpan Firman. Dalam kotak penalti, bola yang dikontrol, dilepaskan Yongki Aribowo ke gawang Maladewa sambil memutar badannya. Dan akhirnya, bola pun bersarang di dalam gawang Maladewa.

Satu angka, kembali diciptakan Indonesia pada menit ke-89. Bermula dari umpan Yongki dari samping kanan kotak penalti. Di dalam kotak penalti, meski menang duel udara atas dua pemain Maladewa, bola tak bisa ditanduk Angga. Masih di dalam kotak penalti, bola yang bisa diraih, dilepaskan Toni ke sisi kanan gawang. Dan akhirnya bola kembali bersarang di dalam gawang Maladewa.

Indonesia nyaris menambah angka lewat tendangan Yongki pada menit ke-90+1, sayang tendangannya masih di atas mistar gawang.

Adapun peluang Maladewa tercipta pada menit ke-88 lewat tendangan Ashfaq Ali dari luar kotak penalti yang masih melambung di atas mistar gawang Indonesia.

Sampai akhirnya wasit Pandian Palaniyandi asal Singapura meniup peluit tanda babak kedua usai, skor 3-0 untuk keunggulan Indonesia yang diarsiteki Alfred Riedl atas tim tamu, Maladewa yang diarsiteki Ahmed Mauroof, tetap bertahan.

Catatan, meski menang, skuad Alfred Riedl belum tampil agresif seperti dalam 30 menit pada babak pertama ketika Indonesia melawan Uruguay (8/10).


Pemain Imdonesia:
Markus Haris Maulana (k), Benny Wahyudi/Yesaya Desnam, Maman Abdurahman, Nova Arianto (c2), M. Nasuha/ Slamet Riyadi, Firman Utina, Otovianus Maniani, Ahmad Bustomi, Toni Sucipto/Ambrizal, Boaz Salossa/Jaya Teguh Angga dan Bambang Pamungkas (c1)/Yongki Aribowo.

Pemain Maladewa:
Mohamed Imran (k), Thasneem Mohamed, Abdul Ghani Akram, Abdullah Ahmed, Abdullah Ibrahim; Umair Mohamed/Ahmed Syafiu, Arif Mohamed, Fazeel Ibrahim, Naseer Mukhthar, Ashfaq Ali (c)/Fashir Ali, Nafiu Ali/Muaz Abdullah. /M. Husain.

Sunday, October 10, 2010

Persema Melawan Persibo

Persema Malang menjalani laga kandang pertamanya dengan menjamu Persibo Bojonegoro pada Ahad (9/10) pukul 19.00 WIB di Stadion Gajayana, Malang.

Sejak menit awal babak pertama, tuan rumah melayangkan serangan ke daerah pertahanan tamunya. Bahkan baru beberapa saat laga berjalan Persema memberi shock therapy lewat tendangan Robby Gaspar dalam kotak penalti yang masih menghasilkan tendangan gawang bagi Persibo saja.

Persema menciptakan peluang-peluang mencetak angka berikutnya pada menit ke-5; lewat tandukan Reza Mustofa yang menyambut tedangan Gaspar, ke-7; lewat tendangan Irfan Bachdim dari luar kotak penalti yang masih dimentahkan penjaga gawang, Syaifudin, ke-8; lewat tendangan Jefri Dwi Hadi dari luar kotak penalti yang kembali dipatahkan Syaifudin, ke-24; lewat tandukan Abanda Herman yang menyambut tendangan sudut Gaspar, ke-26; lewat tendangan bebas Gaspar yang masih diantisipasi Syaifudin, ke-29; lewat Ngon Mamoun yang tak bisa memaksimalkan umpan Bachdim dan ke-32; lewat tendangan Gaspar dari titik kick off ke tiang kiri gawang, namun masih bisa diantisipasi Syaifudin.

Sementara tim tamu, Persibo memiliki peluang-peluang mencetak angkanya pada menit ke-21; lewat tendangan bebas Cucu Hidayat di atas mistar, ke-31; lewat tendangan Viktor Da Silva dari luar kotak penalti yang masih membentur pemain Persema, ke-38; lewat kerja sama Slamet Nur Cahyono dengan Eugeune Dadi yang bisa dipatahkan M. Kasan Sholeh dalam kotak penalti dan tendangan Carlos Eduardo dalam kotak penalti yang masih melambung di atas mistar danke-42; lewat tendangan Cucu Hidayat dari luar kotak penalti yang melenceng saja.

Dalam babak kedua, kedua tim bermain dalam tempo lambat. Namun setidaknya sampai menit ke-61, Persibo menguasai jalannya laga. Persibo memiliki peluang lewat tendangan bebas Eduardo pada menit ke-52, namun masih dimentahkan penjaga gawang Persema, Sukasto Efendi.

Persema memiliki peluang pertamanya dalam babak kedua pada menit ke-60 lewat sundulan M. Kasan Sholeh.

Persibo membalasnya pada menit ke-62 lewat tendangan Samsul Arif dalam kotak penalti yang menyambut umpan Dadi yang menang duel atas Abanda. Sayang, meski tak bisa ditepis Sukasto Efendi, tendangan Samsul Arif masih mengenai tiang atas gawang, sehingga bola pun menjauh dari gawang Persema.

Darah baru Persema ditambahkan Timo Scheunemann pada menit ke-63; M. Kamri masuk menggantikan Yogi Alfian. Beberapa saat, masih pada menit yang sama, Persema memiliki peluang mencetak angka lewat tandukan M. Kamri dalam kotak penalti.

Sejak M. Kamri masuk lapangan, laga menjadi lebih menarik dan kedua tim bermain relatif imbang. Jual beli serangan pun terjadi.

Persibo kembali mendapat dua peluang mencetak angka pada menit ke-71 lewat tendangan bebas Cucu Hidayat ke arah kiri penjaga gawang yang masih mengenai tiang dan hanya mengakibatkan bola muntah. Sayang, Diki Firasat yang masuk pada menit yang sama gagal menyambut bola rebound itu.

Masih dalam menit yang sama, Persema membalas Persibo lewat serangan dari sektor kiri yang dibangun Mamoun yang sudah berhasil menusuk dan masuk ke dalam kotak penalti. Sayang, Bachdim terlambat sepersekian detik manyambut umpan tarik Mamoun.

Pada menit ke-73, Persibo memiliki peluang lagi dari serangan balik. Samsul Arif yang masuk kotak penalti kemudian memberi umpan ke arah Diki Firasat yang bebas. Sayang, tendangan Diki Firasat masih melambung di atas mistar gawang Sukasto Efendi.

Persema membalas pada menit ke-78. Kali ini lewat Reza Mustofa yang melepaskan tendangan yang masih bisa dimentahkan Syaifudin.

Tak sampai di situ, meski tambahan waktu 3 menit nyaris habis, Persema tetap menekan Persibo. Dan pada menit ke-90+3, bermula dari tendangan sudut M Kamri dan berakhir dengan pergerakan tangan Viktor Da Silva yang menyentuh bola, Persema mendapat hadiah tendangan penalti.

Pada menit ke-90+5, pemain belakang Persema, Seme Pierre Patrick melepaskan bola dari titik putih ke arah kiri penjaga gawang dan penjaga gawang bergerak sebaliknya. Alhasil bola pun bersarang di dalam gawang Persibo. Namun wasit menilai lain, sehingga angka ini dianulir dan tendangan penalti pun harus diulang kembali.

Kali kedua ini, pada menit ke-90+6, Seme melepaskan tendangannya ke arah kiri penjaga gawang dan penjaga gawang bergerak searah bola. Namun bola lebih cepat dari pergerakan Syaifudin dan hasilnya bola pun bersarang di dalam gawang Persibo.

Tak lama berselang, wasit Iis Isya Permana meniup peluit tanda babak kedua usai. Akhirnya laga yang dramatik ini dimenangi Persema dengan skor tipis 1-0 dari Persibo.

Lewat hasil ini Persema memetik nilai penuh dan memiliki nilai total 3 dalam Klasemen Liga Super Indonesia (3). Sementara skuad Sartono Anwar, Persibo yang pulang dengan tangan hampa, tetap memiliki nilai 1 dalam Klasemen Liga Super Indonesia (3).

Saturday, October 9, 2010

Indonesia Melawan Uruguay

Laga Persahabatan-Indonesia Melawan UruguayLaga Persahabatan-Indonesia Melawan UruguayLaga persahabatan internasional antara Indonesia melawan Uruguay berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada Jumat (8/10) pukul 20.00 WIB.

Jelang babak pertama, Presiden SBY, Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri bersalaman dengan seluruh pemain yang ada di lapangan hijau dan wasit/hakim garis yang memimpin jalannya laga. SBY yang ditemani mentri pemuda dan olah raga, Andi Mallarangeng dan Perngurus Besar PSSI -Nurdin Halid dan Nugraha Besoes- pun menyempatkan diri berfoto bersama seluruh pemain dan wasit.

Sejak laga dimulai, Uruguay memenuhi janjinya bermain terbuka seperti dalam Piala Dunia Juni 2010 kemarin. Pertahanan Indonesia dibombardir tanpa henti. Peluang Uruguay mencetak angka tercipta pada menit ke-2; lewat tendangan Maxmiliano Pereira yang masih dimentahkan Markus Haris Maulana, menit ke-4; lewat tendangan tendangan bebas Christian Rodriguez yang masih dimentahkan Haris Maulana.

Sejak menit itu, Indonesia yang diarsiteki Alfred Riedl berhasil membendung Uruguay. Pertahanan yang solid membuat serangan Uruguay tak berbuah peluang yang mengancam gawang Indonesia. Bahkan, meski diserang, Indonesia yang sering mengandalkan serangan balik dapat mengungguli Uruguay pada menit ke-17.

Angka Indonesia itu bermula dari serangan balik. Bola yang diraih, diumpansilangkan Bambang Pamungkas dari tengah lapangan. Boaz Solossa yang berhasil mendapatkan bola, masuk ke dalam kotak penalti sisi kiri panjaga gawang. Alhasil Boaz yang mampu mengecoh penjaga gawang, Juan Guillermo Castillo, berhasil menyarangkan bola di dalam gawang Uruguay. 1-0 Indonesia memimpin.

Namun Uruguay tak mau kalah. Serangan gencar dilancarkan ke daerah pertahanan Indonesia. Hasilnya, Uruguay memperoleh banyak peluang mencetak angka. Peluang itu tercipta pada menit ke-19; lewat tendangan Edinson Cavani yang kembali bisa dimentahkan Haris Maulana, menit ke-20; lewat tendangan C. Rodriguez dari luar kotak penalti yang masih bisa dimentahkan Haris Maulana, menit ke-23; lewat tendangan Walter Gargano dari luar kotak penalti yang masih bisa dimentahkan Haris Maulana dan tendangan Edison Cavani yang menyambut bola muntah Haris Maulana hasil tendangan Gargano tersebut, menit ke-26; lewat tendangan M. Pereira dari dalam kotak penalti yang menyambut bola blunder Nova Arianto.

Baru pada menit ke-34 Uruguay mampu menyamakan kedudukan. Bermula dari umpan tarik M. Pereira dari samping kotak penalti sisi kiri penjaga gawang. Akhirnya Cavani mampu menanduk bola sehingga bersarang dalam gawang Indonesia. Dan nyaris saja pada menit ke-37 tendangan Alvaro Pereira dari dalam kotak penalti menambah angka Uruguay bila tidak diantisipasi Haris Maulana. Angka berubah menjadi 1-1.

Sayang di menit-menit akhir Indonesia yang terus diserang, harus dibobol lagi. Bermula dari umpan Cavani ke arah Luis Suarez yang tak bisa dihadang Maman Abdurahman di depan kotak penalti. Suarez yang lepas dari Nova akhirnya menyarangkan bola di dalam gawang Haris Maulana. Kedudukan kini berbalik, 2-1 untuk keunggulan Uruguay.

Dalam awal babak kedua, Oscar Tabarez memasukkan darah segar seperti Andres Scotti, Sebastian Eguren dan Gaston Ramirez. Dan serangan Uruguay pun tak hentinya ditujukan ke daerah pertahanan Indonesia. Bahkan menit ke-46, Uruguay mampu menciptakan ancaman bagi gawang Indonesia lewat C. Rodriguez.

Menit ke-51 Uruguay kembali mengancam lewat tendangan C. Rodriguez dalam kotak penalti, namun masih dimentahkan Haris Maulana. Tetapi pada menit ke-54 Uruguay mampu menambah angka lagi lewat kerja sama C. Rodriguez, Andres Scotti yang akhirnya diselesaikan Suarez lewat tendangannya dari dalam kotak penalti yang tak bisa dimentahkan penjaga gawang. Angka kini menjadi 3-1 untuk keunggulan Uruguay.

Uruguay kembali menambah angka pada menit ke-57. Bermula dari umpan Sebastian Eguren ke Suarez. Dengan teknik satu dua akhirnya Eguren melepaskan tedangan dari dalam kotak penalti sehingga bersarang di dalam gawang Indonesia. Skor berubah lagi mejadi 4-1 untuk keunggulan Uruguay.

Lagi, Tabarez memasukkan darah segar; Martin Caceres dan Sebastian Fernandez pada menit ke-60. Dan tak lama berselang setelah peluang mencetak angka pada menit ke-63 lewat tendangan Scotti yang bisa dimentahkan Haris Maulana, Tabarez menambah lagi darah baru Uruguay; Alvaro Gonzalez.

Uruguay berhasil menambah angka lagi pada menit ke-68. Bermula dari hadiah tendangan penalti karena wasit menganggap Haris Maulana melanggar Cavani dalam kotak penalti. Akhirnya, bola yang dilepaskan Suarez ke kanan penjaga gawang lebih cepat sepersekian detik daripada pergerakan Haris Maulana yang searah bola. Skor kembali berubah menjadi 5-1 untuk keunggulan Uruguay.

Kembali Haris Maulana bisa mementahkan serangan Uruguay pada menit ke-72, ke-75 dan 78. Namun pada menit ke-81, gawang yang dikawal Haris Maulana kembali bobol. Bermula dari tusukan Suarez ke dalam kotak penalti. Bola diumpan Suarez ke arah Cavani yang bebas. Akhirnya, Cavani berhasil menyarangkan bola di dalam gawang yang dijaga Haris Maulana. Angka kini menjadi 6-1 untuk keunggulan Uruguay.

Angka kembali bisa diciptakan Uruguay pada menit ke-83. Bermula dari umpan Suarez dari sisi kanan. Cavani yang lepas dari jebakan offside dan terlepas dari kawalan Maman, akhirnya mampu melepaskan tendangan dalam kotak penalti sehingga gawang yang dijaga Haris Maulana harus kembali jebol. Angka menjadi 7-1 milik Uruguay.

Sementara itu, Indonesia hanya memiliki tiga peluang mencetak angka sepajang babak kedua berlangsung. Peluang itu tercipta pada menit ke-61; lewat Bambang Pamungkas yang menyambut bola terobosan, namun Castillo lebih cepat mengamankan bola, lalu menit ke-76; lewat serangan balik Boaz dan Toni Sucipto, namun terjebak perangkap offside Uruguay dan menit ke-77; lewat tendangan Boaz tepat dalam kotak penalti namun masih bisa dimentahkan Castillo.

Laga persahabatan Indonesia melawan Uruguay yang diwarnai teriakan mundur kepada Nurdin Halid ketika laga masih berjalan, berakhir juga setelah wasit Abas Bin Daud dari Singapura meniup peluit tanda babak kedua usia. Skor 7-1 untuk keunggulan tim tamu tak berubah.

Sebagai catatan kecil, Uruguay yang kini menempati peringkat 7 dunia tidak sepenuhnya bermain seperti dalam Piala Dunia 2010, terutama saat bermain dalam babak kedua. Hal ini terbukti dari cara menjaga lawan atau keagresifan/kegigihan mengusai bola atau merebut bola.

Tambahan, Indonesia yang kini menempati peringkat 131 dunia, hanya mampu bermain cepat dan berkonsentrasi penuh pada babak pertama terutama sampai menit ke-30 saja. Hal ini dimungkinkan karena kelelahan fisik akibat kompetisi liga dan cara bermain yang tidak seperti pemain Uruguay yang terbiasa bermain cepat baik ketika membela klub masing-masing atau timnasnya. Namun ada hal yang menggembirakan, yaitu akselerasi pemain Indonesia mampu bersaing dengan akselerasi pemain Uruguay.



Susunan Pemain Indonesia:
Markus Haris Maulana (k), Benny Wahyudi, Maman Abdurahman, Nova Arianto, M. Nasuha, M. Ridwan, Firman Utina/Otovianus Maniani, Ahmad Bustomi, Toni Sucipto, Boaz Salossa dan Bambang Pamungkas
(c)/Yongki Aribowo.

Susunan Pemain Uruguay:
Juan Guillermo Castillo (k), Edinson Cavani, Jorge Fucile/Gaston Ramirez, Walter Gargano/Alvaro Gonzales, Diego Lugano (c)/Andres Scotti, Alvaro Pereira, Maxmiliano Pereira, Diego Perez/Sebastian Eguren, Christian Rodriguez/Sebastian Fernandez, Luis Suarez dan Mauricio Victorino/Martin Caceres.